Membangun Kedisiplinan ( Tugas Saya)
Membangun
Kedisiplinan Diri serta Kemandirian Bagi Diri Sendiri
Disiplin adalah melatih diri melakukan
segala sesuatu dengan tertib dan teratur secara berkesinambungan.
Sekarang ini banyak tuntutan hidup, namun tuntutan hidup
seperti apa yang akan kita jalani. Kedisiplinan termasuk tuntutan dalam hidup
tidak pernah terlepas dari apapun termasuk diri sendiri. Bicara soal
kedisplinan ? Banyak orang berkata kedisplinan adalah kunci dari keberhasilan.
Ya memang betul karena disitu kita di uji secara langsung dalam mengatur waktu.
Bicara memang sangat mudah. Namun menjalaninya belum tentu semua orang bisa.
Hal pertama yang harus di ingat segala sesuatu yang akan kita lakukan di mulai
dari langkah kita sendiri, sebelum kita disiplin dengan agenda kita sehari-hari
diluar kita perlu mendisplin kan diri sendiri. Kita perlu membuat agenda
pribadi dalam diri kita, kedisplinan dibangun oleh diri kita sendiri.
Segala sesuatu yang ingin kita lakukan perlu didasari dengan niat yang
matang. Catatan yang terpenting adalah bukan kemampuan yang paling penting
melainkan niat, siapa yang bersungguh sungguh dia pasti bisa.
Bagaimana displin itu?
Disiplin dimulai dari yang terkecil, mulailah menumbuhkan
sikap disiplin kepada diri kita sendiri, mengapa? Karena segala sesuatu yang
akan kita lakukan hal terkecilnya di mulai dari diri kita sendiri itu hal
terpenting. Kita tidak akan pernah bisa mengejar waktu demi waktu jika
sementara kita tidak bisa memanage waktu kita sendiri. Manusia yang paling
besar adalah ego-nya agar kita bisa memulai hidup yang disiplin, kalah kan diri
kita sendiri, kalahkan segala sesuatu yang membuat kita menjadi tidak disiplin.
Mempunyai banyak kegiatan belum tentu bisa di bilang disiplin, tetapi orang
yang bisa memanage waktunya dengan baik sudah pasti dia displin. Sedikit demi
sedikit ikutlah beberapa kegiatan dan bagilah waktu-waktu anda. Orang yang
ingin dirinya disiplin biasanya dia memiliki target besar dalam hidupnya,
buatlah target sebesar mungkin untuk diri anda, dan apa yang anda akan capai di
hasil akhir nanti. Karena jika anda memiliki target anda akan menyegerakan
untuk melakukan agenda apa yang akan anda lakukan. Anda hanya perlu mengingat 3
hal untuk menumbuhkan sikap disiplin, yaitu kalahkan diri anda, ikutilah
beberapa kegiatan, dan Buatlah target untuk diri anda.
Ketika anda sudah mencoba menumbuhkan sikap tadi anda perlu meningkatkanya lagi
agar anda lebih bisa menyegerakannya. Kita hidup di zaman di mana semua
kegiatan akan kalah dengan bahasa “nanti” dan mulai sekarang buatlah kata itu
hilang dalam hidup anda. Menunda satu pekerjaan, maka anda akan terlambat
menuju agenda anda berikutnya begitu pula seterusnya. Hal yang perlu anda
lakukan untuk meningkatkan sikap kedisiplinan dalam diri anda. Pertama tetapkan
lah tujuan dan target yang akan anda capai dalam waktu dekat, karena semakin
anda mendekatkan diri pada waktu anda, anda akan merasa waktu anda akan terus
tersisa tinggal sedikit. Buatlah waktu itu menjadi secepat yang tidak mungkin
orang lain kira. Kedua, anda perlu membuat urutan-urutan prioritas hal yang
akan anda lakukan yang menurut anda perlu untuk didahulukan. Dan yang paling
prioritas itu jangan sampai anda nomor duakan. Selanjutnya, yang ketiga ini
point sama pentingnya, buatlah jadwal tertulis dibuku penting catatan harian
anda, atau buku agenda harian anda. Anda sudah pasti tahu guna betapa
pentingnya buku itu karena ketika anda lupa anda bisa membukanya kembali.
Sekarang kita hidup di zaman yang lebih canggih kita juga bisa mencatatnya di
handphone dengan sebuah note, dan untuk lebih memudahkannya kita bisa membuat
alarm pengingat. Gunakanlah apa yang anda punya sebaik mungkin selagi itu
sangat membantu. Point selanjutnya lakukanlah kegiatan yang telah anda buat
sesuai dengan jadwalnya, tapi juga jangan terlalu kaku. Misalnya anda bisa
melakukan suatu kegiatan lebih awal dari pada jadwal yang anda buat sehingga
setelah itu anda bisa bersantai-santai. Dan yang terakhir, berusahalah untuk
selalu disiplin dengan jadwal program kegiatan yang anda buat sendiri. Caranya?
hargailah apa yang sudah anda buat anda tidak perlu fokus dengan orang lain,
atau dengan keadaan di luar sana ketika anda bisa menghargai diri anda sendiri
dengan disiplin pada jadwal yang anda buat, anda akan lebih bisa disiplin pada
agenda kegiatan di luar yang anda buat. Hargailah waktu anda sendiri.
Disiplin merupakan suatu siklus yang biasa dilakukan berulang-ulang kali jika
anda berhasil melakukannya, lakukan lagi, lagi, dan lagi. Maka itu akan menjadi
kebiasaan hidup yang akan anda lalui besok, lusa, dan seterusnya. Disiplin
diri dalam melakukan suatu tindakan yang dilakukan secara konsisten dan
berkesinambungan akan menjadi suatu kebiasaan yang mengarah pada tercapainya
keunggulan. Keunggulan membuat kita memiliki kelebihan yang dapat kita gunakan
untuk meraih tujuan hidup yang menentukan masa depan kita.
Tetapkan lah sebuah tujuan, target, dan hasil akhir yang ingin anda capai.
Buatlah situasi menjadi sempurna kemudian lakukanlah sebaik mungkin dan
kontinyu.
Kedisiplinan
dan kemandirian adalah hal yang berkesinambungan. Kemandirian akan membuat
seseorang menghargai dirinya sendiri. Mengapa demikian ? Karena dia jarang
bahkan tidak bergantung dengan orang lain. Memang betul dalam hidup kita tidak
dapat hidup tanpa orang lain. Namun dalam keseharian pribadi kita kita adalah
orang yang sendiri, dengan demikian kita juga harus bisa melakukannya dengan
sendiri. Untuk memenuhi kebutuhannya manusia diperlukan kemampuannya dan
seseorang berkesempatan melakukan banyak hal tanpa harus selalu bergantung pada
orang-orang disekitarnya.
Mencapai kemandirian merupakan salah satu tugas perkembangan pada masa remaja,
anak remaja yang akan menuju dewasa dituntut untuk tidak selalu bergantung pada
orang tuanya. Secara emosional mampu mengatur keuangannya sendiri, dan mengatur
serta mempersiapkan dirinya ke arah masa depan yang akan datang. Kegagalan
dalam pencapaian kemandirian pada diri seorang remaja akan berdampak negatif
pada remaja. Ketergantungan pada orang lain menyebabkan seorang remaja
ragu-ragu dalam mengambil keputusan sendiri dan tidak percaya diri, mudah
terpengaruh orang lain hingga akhirnya seseorang itu kesulitan untuk menemukan
jati diri.
Dalam
usahanya pencapaian kemandirian seorang remaja butuh dukungan melalui
orang-orang sekitar terutama dari lingkungan keluarga. Dan seperti yang sudah
di tulis di paragraf sebelumnya ketika kita akan memulai sesuatu cobalah untuk
niat dari diri sendiri. Jika anda ingin membangun kemandirian bagi diri anda
sendiri cobalah untuk berkemauan yang kuat dan tekad yang sungguh-sungguh.
Karena pada masa transisi seperti ini akan sulit untuk kembali jika anda salah
dalam memilih jalan. Dalam usahanya seseorang yang mandiri untuk dirinya
sendiri biasanya memiliki kemampuan pengetahuan, menguasai keterampilan dan
mempunyai kehendak yang kuat. Pengetahuan sebagai paradigma untuk memahami apa
yang harus dilakukan, dan mengapa harus melakukannya. Dan keterampilan adalah
bagaimana melakukan kehendak yang kuat merupakan dorongan atau motivasi untuk
melakukannya.
Usaha
yang dapat anda lakukan sedikit-demi sedikit namun secara kontinyu akan terus
berkesinambungan seperti halnya disiplin. Lakukanlah dan ingatlah selalu
sebelum anda melakukan dan memulainya. Cara orang yang membangun kemandirian
bagi dirinya sendiri di mulai dari hal yang terkecil dengan point-point sebagai
berikut.
1. Percaya diri
Percaya lah pada diri anda dimanapun anda berada bahwa anda
mampu mewujudkan keinginan anda dengan usaha dan keinginan anda sendiri
2. Berinisiatif.
Orang yang mandiri mampu berinisiatif, yaitu melakukan,
bertindak, dengan keinginannya sendiri tanpa menunggu instruksi dari orang
lain.
3. Mampu mengatasi Masalah
Orang yang berinisiatif besar dia mampu mengatasai masalah,
mencari-cari berbagai cara jalan keluar dari suatu masalah yang dihadapinya
dengan kemampuannya sendiri.
4. Mampu mengerjakan tugas
pribadinya sendiri
Orang yang mandiri dapat mengerjakan tugas pribadinya
sendiri tanpa bantuan orang lain mengapa? Karena dia mampu membangun rasa
percaya dirinya sehingga dia tidak butuh bantuan orang lain. Sekalipun tugas
atau pekerjaan itu adalah tugas kelompok yang terdiri dari beberapa orang,
belajar lah untuk anda menjadi leader didalam kelompok tersebut.
5. Mampu mempertahankan prinsip
yang anda miliki.
Prinsip disini bukan berarti anda membesarkan ego- anda
dihadapan rekan kerja atau kelompok tugas anda. Namun ketika anda berfikir
bahwa anda bisa melakukannya sendiri dan menurut anda baik anda juga perlu
mempertahankan yang menurut anda baik. Namun, orang yang mandiri juga mampu
menahan emosi, serta menerima kritik dan saran dari orang lain.
6. Mampu mengambil keputusan.
Ketika anda dihadapkan pada beberapa pilihan, itu adalah hal
tersulit namun orang yang mandiri dia mampu mengambil keputusannya sendiri.
Anda perlu belajar mengambil keputusan dengan resiko terbesar maupun kecil.
Ketika anda dihadapkan pada beberapa pilihan mintalah waktu kepada rekan anda
beberapa menit lalu buat lah beberapa pilihan tadi menjadi kategori yang baik
dan yang buruk mengapa? Karena ada beberapa saat dimana anda memiliki pilihan
lebih banyak dari pada yang anda butuhkan dan ini membingungkan anda sehingga
akhirnya menyebabkan anlysis paralysis. Fokuslah pada saat ini. Hiduplah pada
saat ini juga, buatlah keputusan berdasarkan apa yang anda akan lakukan di
langkah berikutnya. Dan ingat ketika anda mengambil keputusan hindari diri anda
dari situasi panik. Karena disaat anda mengambil sebuah keputusan disitu anda
akan menjadi Hakim yang memutuskan sekaligus saksi atas pilihan yang anda
pilih. Cobalah ambil sebuah keputusan sekecil atau sebesar apapun resikonya
karena ini akan melatih mental kemandirian pada diri anda sendiri.
7. Bertanggung Jawab
Bertanggung jawablah dalam segala hal yang anda lakukan,
kesalahan atau masalah yang anda lalui bukan berarti diri anda buruk. Namun
anda dilatih untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan mempertanggung
jawabkan atas sesuatu yang sudah anda lakukan sebelumnya.
8. Mampu melaksanakan transaksi
ekonomi.
Seseorang yang mandiri mengetahui melakukan transaksi
ekonomi dan dapat melakukannya sendiri.
9. Hemat.
Gunakanlah segala sesuatu yang anda miliki sesuai dengan
kebutuhannya. Sebenarnya kebutuhan manusia tidak banyak namun, nafsunya yang
mendikte.
10. Disiplin
waktu.
Seperti yang dibahas pada paragraf sebelumnya, disiplin dan
kemandirian adalah sesuatu yang erat kaitannya satu sama lain. Orang yang
mandiri selalu memanfaatkan waktunya sebaik mungkin, mengisi waktunya dengan
kegiatan yang berguna. Tidak membuang-buang waktu dengan hal yang tidak perlu.
Melakukan tugas pribadinya dan tugas di luar pribadinya dengan disiplin dan
tepat waktu.
Hal-hal diatas adalah cara sederhana membangun diri kita menjadi pribadi yang
mandiri, sebenarnya masih banyak kiat-kiat yang bisa kita lakukan agar menjadi
pribadi yang mandiri, terlepas dari kemampuan yang paling utama adalah niat
terdahulu dari dalam diri kita. Karena semua yang akan kita jalani akan sia-sia
tanpa adanya niat. Ketika ada niat maka kemampuan akan menyusul seiring niat
anda yang menggebu-gebu.
Banyak-banyak lah mencari tahu segala sesuatu yang belum anda tahu sendiri
karena orang yang mandiri selalu belajar, mencari banyak pengetahuan dan
wawasan lebih luas. Dan menghargai hasil kerja nya sendiri. Ketika salah anda
tidak perlu kecewa karena anda orang yang beruntung dapat mencoba belajar dan
terus belajar lagi.
Hargailah diri anda. Karena ketika anda mampu menghargai diri anda sendiri,
anda pasti menghargai orang lain. Itulah ciri pribadi yang mandiri, ketika anda
menghargai diri anda sendiri orang lain ataupun disekitar anda akan menghargai
pribadi anda. Hargailah diri anda dan apa yang anda lakukan hari ini, evaluasi
lah diri anda apa yang salah agar anda bisa memperbaikinya kemudian hari.
Bangunlah diri anda dengan sikap jujur dimanapun anda berada seperti dari hal yang
terkecil, orang yang jujur akan di hargai banyak orang, namun ketika anda
berbohong sekali anda akan kehilangan kepercayaan dari orang lain. Dan ingat
kepercayaan seseorang yang sudah hilang itupun sulit untuk kembali.
Hargailah proses
dimana anda membangun kemandirian dalam diri anda, ketika sulit anda jangan
mudah putus asa terus kembangkan lah niat dan tekad dimana anda sedang berusaha
menjadi pribadi yang mandiri. Segala sesuatu itu awalnya sulit sebelum menjadi
mudah.
Komentar
Posting Komentar