Pilihan dan mati
Terkadang kita dihadapkan pada suatu pilihan yang sulit. Disitulah kita menjadi hakim dan sekaligus menjadi saksi. Disitulah kita harus menjadi bijak. Kadang aku lebih baik mati dari pada harus memilih. Pilihan itu sangat sulit. Pilihan yang menurut kita baik tapi menurut orang buruk. Pilihan yang menurut kita buruk di mata orang baik. Pilihan juga menyakitkan. Pilihan yang membuat kita senang tapi menyakitkan bagi perasaan orang lain. Atau sebaliknya pilihan yang membuat orang lain senang justru malah menjadi hal yang menyakitkan bagi kita. Terkadang aku memilih untuk mati dari pada memilih namun. Mati itu tak semudah yang di ucapkan. Mati itu tak enak. Hidup itu memang pilihan. Terkadang aku lebih baik mati dari pada harus melihat orang tua ku sakit dan bersedih. Aku lebih baik mati dari pada melihat orang yang aku sayang sedih. Aku lebih baik mati dari pada melihat orang yang aku cinta pergi bersama orang lain. Aku lebih baik mati dari pada berbuat dosa dan maksiat berlarut larut terlalu banyak membuat Allah membenci aku. Ya...itu pilihan. Padahal mati tak semudah yang orang lain fikirkan.
Komentar
Posting Komentar