Tulus atau Permainan?
“Aku bersumpah aku tidak akan pernah mencintai sekolah ini
dan kelas ini sampai kapanpun.” Saat pertama kali yuna menginjak kelas 2 SMA
dan mengambil jurusan ipa. Ketika dia harus terpisah dengan ke dua temannya
yang sudah ia kenal selama satu tahun di kelas satu.Dia merasa sendiri,
kesepian dan terpojokkan. Yuna merasa kalau dirinya jauh dari siapapun, dan
makin saja dia tidak betah dengan sekolah nya yang jelas pilihan orang tuanya
itu. Tapi ada satu yang membuatnya bertahan di sekolah ini ya...lagi-lagi itu
karena hobinya karena yuna memilih ekstra Marching Band di sekolahnya. Ya
sekolah yang memang pilihan kedua orang tua yuna ini memang sangat ketat akan
kewajiban murid-muridnya mengikuti ekstrakurikuler di sekolah ini, karena
sekolah yakin murid-murid bisa menunjukan kreatifitas dan bakat mereka di
setiap bidang ekstra yang berbeda. Disekolah ini memang banyak ekstrakurikuler
selain banyak semuanya juga menarik tapi yuna hanya dapat memilih satu bidang
ekstra karena mengingat di luar jam sekolah dia ada kegiatan bimbingan belajar,
juga les musik, belum lagi hobi yang lain yang sering yuna lakukan. Sebelum
yuna mengenal Ekstra Marching Band yuna pernah mendaftarkan diri menjadi
anggota ekstra bidang Teater tapi setelah baru beberapa kali pertemuan yuna mengurungkan
diri dan memutuskan untuk pindah dari teater karena menurutnya Marching Band
lebih menarik. Terlihat dari gerak-geriknya yuna memang senang sekali mengikuti
ekstra Marching Band namun ada saja yang membuat hatinya tergoncang tidak
betah. Ada saja hal yang mengganggu moodnya. “Hey hitam apa setiap hari lo
minum arang sampai kulit lo hitam seperti itu?” kata seorang anak lelaki “Heh
punya mulut tuh dijaga ko lo nyebelin banget sih jadi cowo” kata yuna sambil
berusaha mendaratkan tangan kepipi laki-laki itu namun tidak sampai kena
laki-laki itu buru-buru pergi setelah berhasil membuat yuna kesal. Kayran ya
dia orang yang paling menyebalkan di dalam satu organisasi ekstra Marching
band. Dia sering kali amat teramat sering mengejek yuna gadis berkulit hitam,
sering kali lelaki itu kerap membicarakan gerak-gerik yuna kepada temannya dan
secara langsung menertawakannya didepan yuna. Yuna sebenarnya sudah lama sekali
membencinya, kesal karena sering di ejek atau ditertawakan. Tetapi pelatih yuna
sering mengejek laki-laki itu dan itu membuat yuna tertawa lebar bahkan sampai
latihan selesai yuna tak sanggup menahan tawanya. Sudah lama sekali yuna benci
dengan kayran bahkan yuna dan kayran sering bertengkar hanya dengan hal yang
sepele dan tidak penting atau karena saling ejek satu sama lain. “Kenapa sih
kalian sering berantem dengan masalah yang gak penting” Kata salah satu anggota
yang bernama niar “Hati-hati loh kalau awalnya kalian saling membenci bisa-bisa
nanti jadi saling suka atau sama-sama saling cinta” dengan kesal yuna menjawab
“APA? Suka? Cinta? Gue bersumpah gue jijik. Sejijik jijiknya sama dia” Kata
yuna sambil mendengus dengan sebal dan kesal. Kayran Cuma tertawa senang
melihat yuna yang berceloteh dengan mulut yang komat-kamit menurutnya tidak karuan.
“Asal tau aja gue ga akan pernah maafin kayran sampai kapan pun gue benci sama
dia. Dia cowo paling nyebelin-senyebelin-nyebelinya nyebelin. Dan yang paling
ngga disangka lagi gue harus satu kelas sama dia?Oh? Haruskah? Gue yakin kalo
ada yang masuk mendaftar menjadi anggota Marching band hari ini dia pasti akan
keluar besok dan gue yakin pasti ngga ada satupun anak dikelas yang mau
bertahan dikelas karena tau ada seorang cowok yang menyebalkan super
menyebalkan seperti kayran” kata –kata itu spontan keluar dari hati yuna yang
tentu saja tidak ada orang lain yang tau.
Beberapa
bulan menginjak kelas 2 SMA dan berada di kelas yang sudah cukup berbeda
sepertinya yuna sudah mulai menerima semua keadaan padahal awalnya yuna sempat
meminta pindah sekolah (untuk kesekian kalinya) kepada orang tuanya namun usaha
itu gagal karena yuna mencintai hobi nya dalam mengikuti ekstra Macrhing band,
walaupun yuna harus sekelas dengan kayran tapi menurut yuna kayran jauh lebih
berbeda ketika dikelas. Dia lebih terlihat seperti bukan sosok kayran pada
aslinya yang sering mengejek dan menertawakan gerak-gerik yuna ketika di
Marching band. Banyak orang bilang kayran adalah seorang cowok yang terkenal
sombong, cuek, angkuh dan yang paling mudah terlihat adalah playboy, dia sering
kali gonta-ganti pacar. Beberapa bulan yang lalu dia pernah memacari teman
sekelas yuna di kelas 1. Tapi sekarang dia sudah menggandeng adik kelas, kelas
satu anak baru yang baru saja menginjak sekolah ternama ini. Meskipun begitu
yuna tidak begitu memikirkan sosok kayran walaupun begitu kayran tetap yang
menyebalkan di mata yuna karena sifatnya yang sering mengejek-ngejek yuna dan
tentu saja membuat yuna sebal dan kesal. Tidak jauh dari itu setiap kali
latihan seminggu dua kali yuna dan kayran selalu saja saling ejek, saling
menertawakan kadang yuna merasa menang dari kayran tapi kalau kayran yang
menang yuna rasanya masih dendam kalau tidak bisa membalas kayran.
Kali ini Marching
band akan menghadiri sebuah undangan acara dan otomatis yuna dan kayran
terlibat didalamnya. Walaupun satu ekstra tentu saja alat musik yang mereka
mainkan di Marching band berbeda yuna memegang alat musik tiup. Dan kayran
memegang alat musik pukul yaitu drum. Dalam undangan yang akan MB ikuti,
undangan tersebut meminta lagu yang akan dimainkan sesuai dengan permintaannya
acaranya. Selain acaranya sangat spektakuler lagu yang dimainkan pun cukup
sulit dan butuh beberapa hari mempersiapkan nya. Alhasil anggota Marching band
harus berlatih setiap pulang sekolah dan kemungkinan waktunya hanya 2 hari
karena lusa acaranya akan dimulai pada siang hari. Kerap sekali ketika latihan
di gabung kayran sering menatap mata yuna dengan menggoda tapi itulah kayran
tujuannya menatap yuna hanya untuk mengejek dan menertawakan yuna pada akhirnya
dan itu membuat yuna menjadi sebal melihat kayran. Sekarang kayran sering
sekali menggoda yuna mengajak yuna bercanda dengan memanggil yuna “Sayang”
Namun itu hanya kebiasaan kayran menggoda banyak perempuan. Yuna tetap berfikir
bahwa kayran hanya bercanda. Seusai acara itu kayran makin sering sekali
mengajak yuna bercanda sampai tertawa lepas tapi kali ini ada yang berbeda
kayran tidak lagi memanggil yuna “Gadis hitam atau Perempuan hitam” apalagi
mengejek yuna melainkan kali ini dia sering mengajak yuna tertawa misalnya
menertawakan suatu kejadian atau kayran berusa menghibur yuna. Yuna tidak
mengerti dengan sikap kayran yang tiba-tiba berbeda apa ini hanya perasaan yuna
saja? Walaupun begitu tetap saja kayran tetap yang menyebalkan untuk yuna. “Kay
gue boleh pinjem kamera lo ngga? Buat foto sekali aja” kata yuna kepada kayran
“Nih...” Sambil memberikan kamera digital kepada yuna yuna ingin sekali memfoto
wajahnya yang tambah hitam sehabis panas-panasan setelah acara berlangsung
setelah memfoto dirinya sendiri yuna mengembalikan kamera itu kepada kayran.
Yuna seperti tidak semangat foto mungkin karena cuacanya yang panas. Membuat
kulit yuna terlihat kusam. Yuna memang jarang sekali merawat tubuhnya seperti
wanita-wanita pada umumnya yuna juga sedikit terlihat agak kecowo-cowoan itu
karena ibu nya dulu ketika mengandung yuna mengharapkan anak lelaki yuna
berbeda dengan kakaknya salwa yang putih, cantik dan pastinya sering merawat
diri. Yuna tidak senang diatur dalam hal perawatan diri yuna lebih ingin terlihat
apa adanya dan natural. Apalagi untuk pergi kesekolah yuna hanya suka memakai
parfum saja sebagai pelengkap selebihnya bedak? Atau body lotion itu tidak
penting untuk yuna. Karena gunanya itu sangat tidak penting yuna menganggap
kalau dirinya itu hendak sekolah bukan ke acara pernikahan di gedung. Memakai
parfum pun itu memang kesukaan yuna agar bajunya tetap segar walaupun sudah
berkeringat.
Sesampainya dirumah yuna mengirim sebuah pesan singkat
kepada kayran
Message to: Kay_ran
“Kay foto yang tadi jangan dihapus ya. Nanti gue minta”
Setelah beberapa menit menunggu balasan akhirnya kayran
membalas pesan yuna.
Message from: Kay_ran
“Iya”
Semenjak dari situ yuna dan kayran sering sekali bercanda
lewat pesan singkat yang tiada artinya itu. Yuna sering sekali tertawa sendiri
dan terkekeh kekeh seperti orang gila membaca pesan dari kayran, kayran memang
senang menghibur yuna sampai yuna merasa tertawa lepas, makin lama kayran
sering menelefon yuna atau juga sebaliknya ketika yuna membutuhkan seorang
teman yuna sering menelfon kayran. Walaupun hanya untuk membahas yang tidak
penting tapi kayran sudah cukup menghibur yuna. Yuna memang sedang merasa
dilanda kesepian hatinya setelah putus dengan mantannya bernama Rio yuna sulit
sekali beranjak untuk mencari teman hatinya. Bahkan dia sudah memutuskan untuk
tidak ingin suka dengan siapapun. Yuna memang anak yang terkenal jutek, cuek
bahkan dia mahal senyum untuk orang yang tidak dia kenal. Tapi yuna bisa
berubah menjadi peduli, care, pengertian ketika yuna menemukan orang yang
benar-benar tulus baik dengannya. Seperti dua orang sahabat yang sekarang sudah
lagi tidak sekelas dengan nya. Dia sangat sayang dengan ke-dua temannya itu.
Begitu juga sekarang ketika yuna memiliki teman baru seperti kayran dia juga
berhasil membuat yuna peduli. Jarang yuna menanyakan “Sudah makan atau belum?”
“Lagi ngapain?” kepada seorang cowo. Makin lama kayran senang atas perlakuan
perhatian dan kepedulian yuna terhadap kayran sebelumnya kayran tidak pernah
merasakan hal ini perlakuan langsung dari yuna. Yuna sempat berfikir mengapa
cowo semenyebalkan kayran bisa berubah menjadi seorang yang sangat menghibur?
Bahkan dia berbeda sejak awal yuna mengenalnya. Semakin lama yuna semakin
penasaran dengan sosok kayran yang terlihat berbeda, yuna semakin ingin tau
siapa sosok kayran yang sebenarnya seperti apa kayran itu?
Sepulang sekolah yuna memutuskan untuk mengumpulkan tugas
matematik susulan bersama kayran karena acara MB kemarin sudah cukup menjadi
alasan mengapa yuna dan kayran tidak mengikuti pelajaran matematik walaupun
sudah mendapat izin dispensasi dari sekolah. Sementara kayran dan yuna tidak mengikuti
pelajaran matematika tetapi mereka berdua tetap ingin mendapat nilai walaupun
dengan melihat hasil dari orang lain karena waktunya sudah tidak keburu untuk
berfikir dan berhitung dengan jari lagi. Disela-sela sedang menulis jawaban.
Kayran sering sekali menjaili yuna dengan mengambil pulpen yang sedang dipakai
yuna. Dan disela sela itu yuna ingin sekali bertanya apa yang membuat sifatnya
menjadi seperti sekarang ini. Kayran cukup banyak cerita tentang keluarganya
yang cukup menarik. Kayran juga sebenarnya tidak merasa kalau dirinya itu
sering disebut sebut sombong atau playboy. Padahal kenyataannya mungkin dia
memang mencari cari orang yang membuat hatinya pas saja. Kayran juga sebenarnya
tidak bermaksud sombong namun hanya gayanya yang terlihat angkuh membuat orang
orang mengatakan kalau dirinya itu sombong. Yuna yakin ada alasan yang lain
yang melatar belakangi sifat kayran mengapa bisa sebegitu berbeda dengan anak
laki-laki lain pada umumnya namun yuna tidak berani menanyakan hal selancang
itu. Yuna percaya sosok laki-laki didepan nya ini pasti memiliki kepribadian
yang berbeda yang tidak akan pernah ada orang yang tau walaupun kayran sering dibilang
angkuh, sombong, acuh tak acuh , playboy pasti kayran punya kepribadian menarik
yang tidak orang lain punya. Seusai setelah mengumpulkan itu yuna masih tetap
bersama kayran, sebenarnya yuna menginginkan kayran makan mie ayam didepan
sekolah namun kayran menolaknya akhirnya yuna memutuskan untuk pulang lebih
dulu. Sesampainya dirumah seperti biasa setelah istirahat yuna selalu bermain
dengan dunia handphone nya atau sekadar menulis pesan singkat yang tiada
artinya kepada kayran. Seiring berjalannya waktu semakin lama, kayran dan yuna
sering sekali balas-balasan pesan singkat atau hanya berbicara on the phone. Semakin
lama yuna semakin nyaman dengan sikap kayran yang berbeda dari sebelumnya.
Kayran membalas perhatian kepada yuna lalu sering sekali membuat yuna tersenyum
tertawa lepas ketika sedang mengobrol dengan kayran. Kerap sekali mereka sering
berjumpa mata di kelas terkadang yuna mencoba untuk tidak melihat mata kayran
karena itu hanya akan membuat pipi yuna terasa panas dan membuat jantung yuna berdegup
5 kali lebih kencang dari biasanya melihat lirikan kayran. “Yaampun yuna jadi
bingung apa sebenarnya yang yuna rasakan. Semoga tidak ada perasaan apa-apa”.
Seusai pulang sekolah biasanya kayran sering sekali mengajak yuna untuk
kestudio sekadar bermain musik. Namun yuna selalu menolaknya lantas kali ini
yuna ingin sekali kayran mengajarkan yuna bermain drum secara gratis. Akhirnya
yuna, kayran dan bersama teman lainnya memutuskan untuk ke studio. Akhirnya
yuna bisa diajarkan bermain drum secara gratis berhubung yuna sudah mengikuti
les musik piano tidak mungkin juga yuna harus mengikuti les drum karena tidak
ada jadwal yang cukup. Tapi yuna senang sekali mempelajari semua alat musik,
angklung pun yuna juga suka. Ketika kayran mengajarkan yuna bermain musik sudah
berpakali kayran mengatakan dengan suara cukup keras dan lantang mengatakan
bahwa yuna harus fokus ketika sedang bermain drum. “Yuna lo bisa fokus ga sih,
Cuma kaya gini aja kayanya susah banget deh?” Dan ketika kayran mengatakan
seperti itu kayran menatap yuna dengan tidak biasa lagi. Pipi yuna terasa panas
dan jantung nya berdegup hebat dari biasanya. Yuna langsung mengalihkan pandang
mata yuna dari kayran yuna tidak ingin kayran mendengar suara degupan kencang ini.
Seiring
berjalannya waktu kayran sering sekali mengatakan kepada yuna kalo kayran
menyukai yuna. Tetapi balasan yuna seperti tidak percaya apa yang dimaksud
lelaki konyol ini. “Gue suka sama lo. Lo itu care.” Kata kayran kepada yuna
melalui on the phone saat sedang menelfon PLAK!! “Apaan sih lo kita kan Cuma
teman, jangan bercanda deh” Usai dari pembicaraan itu yuna memutuskan untuk
mengakhiri telfonnya karena yuna ingin istirahat pada malam hari. Tetapi usaha
yuna untuk tidur tidak berhasil karena kata-kata itu masih terngiang-ngiang di
kupingnya. Akhirnya yuna memutuskan memikirkan kayran apa maksud dari kata kata
kayran tadi “Kayran suka sama gue? Apa iya cowo kaya kayran bisa suka sama gue?
Ah ngga mungkin! Kalo gitu kayran kan udah punya pacar si anak kelas satu itu?
Jangan-jangan...Ah ngawur aku. Kalo gini sebaiknya aku harus jauhin kayran aja,
kalo ngga akan ada gosip ngga enak yang akan menendang kuping gue dalam-dalam”
Besok harinya yuna memutuskan untuk menjauhi kayran dan tidak menghubunginya
lagi. Dikelas mereka terlihat diem-dieman. Hanya curi-curi pandangan
selanjutnya mereka mengalihkannya. Begitu juga di ekstra MB mereka juga
melakukan hal yang sama. Seminggu telah berlalu kayran dan yuna tidak ada
kontak komunikasi. Tapi setiap hari nama dan muka kayran selalu ada didalam
fikiran yuna. “Mungkin tidak ya kalau kayran mikirin yuna juga? Kalau begitu
kenapa sampai sekarang kayran nggak hubungin yuna?” “Kalau begitu yuna akan
hubungi kayran telebih dahulu” Kata yuna berbicara sendiri. Akhirnya yuna
memutuskan untuk menelfon kayran On the phone “Halo...Kayran” Sapa yuna “Ya
halo yuna, ada apa?” Jawab kayran. Sulit di bayangkan dari yang yuna fikirkan
kan padahal yuna berfirasat kalau kayran akan marah kepada yuna “Kenapa kayran
ngga hubungi yuna lagi?” tanya yuna “Yuna gimana sih kan yuna sendiri yang
minta kalau kita jauhan aja” jawab
kayran “Memangnya iya? Kalau gitu gimana bisa kita jauhan sedangkan kita saja
satu kelas dan satu ekstra MB kita selalu bareng-bareng” Belum selesai bicara
kayran langsung menyambar “Yuna gue kan udah bilang dr kemarin gue suka sama lo
tapi respon lo ga ada?” “Kalu begitu maaf..hmm” Ujar yuna. Semenjak pembicaraan
itu akhirnya yuna dan kayran dekat. Dan semakin lama kedekatan mereka tidak
bisa disembunyikan mereka terlalu akrab dan asik dengan bertukar fikiran,
tertawa bersama dengan lepas dengan dunia mereka.
Setelah
beberapa bulan terakhir mereka dekat. Sudah banyak gosip bertebaran
dimana-mana. Yuna bukan orang yang suka di bicarakan masalah hati dan
perasaanya menurut yuna hati seseorang adalah sumber lautan terbesar yang tidak
akan ada satupun orang yang tau. Jadi mereka belum bisa disebut benar kalau
bukan mendengar cerita langsung dari yuna. Bahkan yuna pernah menangis terisak
sejak awal dekat dengan kayran bahwa ada yang mengatakan kalo yuna menyukai
kayran padahal yuna sendiri tidak pernah mengatakannya.
Setelah berlalu Ekstra MB akan mengisi sebuah acara di
sekolah, ya seperti biasa untuk mencapai hasil yang maksimal jauh dari sebelum
hari penampilan kami mempersiapkannya terlebih dahulu. Begitu juga yuna dan
kayran mereka masih sering sekali bertemu mata disela-sela latihan terkadang
yuna seperti menahan senyum dan merasakan hal yang sering yuna rasakan jantung
nya terasa berdebar lebih cepat dari biasanya “Yuna kenapa ini, apakah ini
engga lebay banget? Haduh!” Gumamnya dalam hati. Lagi-lagi kayran memandangnya
seperti itu. Keesokan harinya hari penampilan, terkadang hari penampilan MB
terasa sangat spektakuler didada jantung yuna seperti lebih kencang
kecepatannya dari biasanya, tidak dilaksanakan akan membuat semakin penasaran
tapi itu lah kesenanganya. Setelah penampilan MB selesai mengisi acara
disekolah cukup terasa lega, meskipun ga selalu maksimal yang diinginkan.
Setelah penampilan yuna di ajak oleh teman akrabnya rani untuk mengunjungi
salah satu rekan yang juga anggota MB yang sedang sakit. Dan rencananya pulang
dari sana akan ke toko buku. “Gimana..jadi ngga?” tanya rani “Jadi ko
ran..tunggu sebentar ya agak ribet nih” Sambil memasukan pakaian-pakaian yang
baru saja diganti oleh yuna. “Yuna mau kemana? Kayran boleh ikut ngga?” tanya
kayran tiba-tiba “Ah? Emm..” Yuna terlihat gugup lebih gugup dari biasanya.
Tidak tau apa yang di rasakan yuna, tapi kejadian ini selalu terjadi jantung
yuna seperti tidak beraturan seperti biasanya “Tuhkan ditanya kok malah ngga
jawab sih?” Tanya lagi “Emm anu mau jengukin yang lagi sakit itu adik kelas
kita, emangnya kay mau ikut?” Kata yuna sambil bertanya tanya. “Kalo boleh gue
mau ko” jawab kayran. “Tunggu sebentar ya sambil mengisyaratkan telapak tangan
yuna pada kayran. “Rani, kayran boleh ikut kan?” Tanya yuna kepada rani.
“Emangnya dia mau ya? Kok tumben banget sih dia mau? Yaudah ajak aja” Akhirnya
kayran ikut pergi bersama teman-teman yuna. Dan kayran memutuskan untuk satu
motor dengan yuna, yuna benar benar tidak mengira kalau dia bisa berboncengan
dengan kayran, meskipun begitu yuna tidak berani untuk berpegangan dengan
kayran, bahkan yuna terlihat cuek, dan diam saja ketika di bonceng kayran,
padahal sudah berapa kali kayran mengajak nya bercanda walaupun yuna tertawa
tapi ada sesuatu yang yuna fikirkan tentang kayran “Apa kayran nggak ngerasa
bersalah sama pacarnya kalau yuna harus boncengan sama kayran? Apa kayran
benar-benar tulus suka sama yuna? Kenapa kay kamu ngga bilang lagi sama yuna
padahal yuna mau dengar langsung” yuna terus berbicara dalam hati. “Lo kenapa
sih dari tadi diam aja ada masalah ya?” tanya kayran “Emm ngga kok” jawaban
dari yuna. Akhirnya yuna memutuskan untuk mengajak kayran ngobrol hanya untuk
basa basi. Tapi sepanjang perjalan akhirnya kayran membuat yuna nyaman kayran
membuat yuna hampir tertawa lepas walaupun pegal duduk seperti penumpang tukang
ojek. Tapi yuna belum pernah merasakan hal senyaman ini sebelumnya bersama
kayran. Hampir sore akhirnya kita memutuskan untuk pulang supaya tidak sampai
rumah larut malam. Diperjalanan rani memutuskan untuk pulang lebih dulu dengan
jalan yang berbeda. Namun berbeda dengan dian dian ingin pulang bersama sambil
menuturi yuna dan kayran di belakang. Ketika sudah hampir setengah jalan kayran
yang mengetahui temannya dian tidak ada dibelakang motornya akhirnya berusaha
menghentikan untuk menunggu mereka. Langit sudah semakin gelap sedangkan kayran
dan yuna masih menunggu mereka “ Kemana ya dian, apa dia nyasar?” Gumam yuna. Beberapa menit tidak menjawab
pertanyaan yuna akhirnya kayran mulai bersuara “Yuna, sekali lagi gue sayang
sama lo dan gue suka sama lo, lo itu care” Lagi-lagi kayran mengatakan hal itu
dengan tatapan yang benar-benar tulus dan akhirnya. PLAK//!! Yuna selalu
terlihat bingung apabila kayran mengatakan hal itu apa yang harus ia jawab.
Sementara perasaannya merespon hal yang sama seperti kayran tapi, disisi lain
yuna juga menghargai perasaan sesama perempuan yang menjadi pacar kayran
seandai nya dia tahu apakah dia tidak sakit hatinya? Namun disudut pandanganya
apa dia serius mengucapkan nya itu dengan tulus yuna benar-benar tidak yakin
akan kata kata yang diucapkan kayran yang sudah beberapa kali ia dengar di
telinganya “Mana responnya, jadi lo ngga ngerasa apa-apa sama gue?” tanya
kayran lagi “Emm bukan gitu..gue juga ngerasain hal yang sama sama kaya lo”
jawab yuna “Kalo gitu yaudah kita lanjutin lagi aja, nanti keburu malem”
Jawaban kayran sedikit kecewa , mengapa kayran sekarang jadi terlihat dingin
apa kayran marah. Seperti itu yang ada difikiran yuna setalah melihat respon
selanjutnya dari kayran. “Kay lo marah sama gue, maaf ya?” Tanya yuna, yuna
semakin menjadi merasa bersalah kalau ada seseorang yang menyukainya, dia hanya
bisa selalu menjawab “Bingung” “Ngga papa ko. Gue Cuma cape aja mau pulang”
Kayran menjawab seperti tidak bersemangat mungkin kayran benar-benar kelelahan
membawa motor yang juga membonceng yuna sepanjang perjalanan tadi. Tapi kayran
selalu tau bagaimana cara memecah keheningan, kayran masih selalu mengajak yuna
bercanda dan tertawa kembali. Seperti itu yang selalu ingin dirasakan yuna jika
sedang ada didekat kayran. Yuna merasa terhibur dan merasa nyaman ada didekat
kayran. Sepanjang perjalanan pulang dengan tertawa-tawa kayran mendapatkan
suatu kejanggalan pada motor yang ia bawa dan ternyata ban motor nya bocor.
Tanpa fikir panjang kayran langsung membawanya kebengkel terdekat. Yuna yang
bingung dan tidak mengerti urusan motor terlihat lebih panik dari biasanya. Ya
yuna memang hanya bisa membawa motor saja dia tidak mengerti seperti apa motor
itu apabila rusak. Kalau begini jadinya yuna bisa di omeli orang tua nya karena
pulang terlalu larut. “Gimana ini kay...kita bisa pulang kemaleman?” tanya yuna
panik. “Kay apa motornya ngga papa. Kita bisa pulang kan?” Tanya yuna lagi.
“Kay bisa lebih cepat lagi ngga?” tanya yuna lagi, gadis ini ketika panik
terlihat lebih cerewet dari biasanya. “Lo bisa ngga sih tenang sedikit ban
motornya lagi di benerin sama yang ahli.”
Jawab kayran ketus. Yuna kaget dan “Tapi nanti yuna kemalaman, yuna cape
dan sakit perut juga” keluh yuna membuat kayran harus memutar otak “ Yuna lo
bisa ngga sih tenang sebentar, dan jangan banyak ngeluh gue ga suka kalo lo
banyak ngeluh, emang nya lo fikir gue ga cape yang dari tadi bawa motor
boncengin lo, lo fikir badan lo yang kurus itu ga berat? yang penting kan kita
sama sama.” Kayran memang tidak suka kalau yuna banyak mengeluh tentang
dirinya. Seperti hal sepele saja harus dikeluhkan. Yuna terdiam dia bingung
harus melakukan apalagi. Mood nya sedikit terganggu. Ketika melihat sikap yuna
seperti itu kayran membuat suasana tidak sesunyi tadi. Kayran berusaha mengajak
yuna mengobrol dan tertawa lagi. Kayran memang sering sekali membuat yuna
tersenyum dan tertawa lepas. Seusainya ban motornya terlihat membaik. Kayran
memutuskan untuk mengantarkan yuna sampai kerumah “Gue anter lo sampai rumah
ya?” Tanya kayran. “Memangnya kenapa kalau yuna pulang sendirian?” jawab yuna
sambil bertanya balik. “Ya ngga mungkin lah gue tega ngelihat perempuan pulang
malam sendirian” Jawaban kayran sanggup membuat yuna menjadi tertegun polos
yuna menatap mata kayran dalam dalam. Dan di balik dada yuna ada jantung yang
bergerak lebih cepat dari biasanya. “Kenapa dengan lelaki ini mengapa dia sangat
perduli kepada ku?” dalam hati yuna berbisik. Yuna merasa senang sekali ada
yang membuatnya perduli, yuna semakin nyaman dengan keadaan seperti ini.
Sesampainya dirumah orang tua yuna terlihat sedikit panik namun ketika mereka
mendengarkan cerita yuna bahwa ada salah seorang temannya yang menamani nya
sampai pulang kerumah tadi orang tua yuna jadi tidak harus panik lagi.
Sesampainya di kamar yuna langsung memberi pesan singkat kepada kayran
Message to Kay_ran:
“Thanks ya gue seneng bangett. Ini sederhana tapi gue bener
bener seneng banget hari ini”
Agak lama menunggu yuna memikirkan kayran tidak akan mungkin
membalasnya mungkin dia sudah tertidur karena kelelahan. Tapi beberapa menit
kemudian ada pesan balasan dari kayran.
Message from Kay_ran:
“Sama-sama susah dan senang gue mau ngejalaninnya bareng lo”
Yuna tersenyum melihat kayran membalas pesan yuna seperti
itu yuna benar benar sangat senang di buatnya.
Message to Kay_ran”
“Oyasumi kay, Mimpi yang indah”
[Oyasuminasai =
Selamat tidur. dalam bahasa jepang]
Yuna selalu ingin dekat
dengan kayran, karena kayran selalu membuatnya nyaman, tertawa lepas tanpa ada
yang disembunyikan dari kepribadian seorang kayran, yuna jarang sekali
menemukan seorang kayran sedang sedih , galau, ataupun resah kalaupun dikelas
dia melihat kayran seperti itu yuna selalu ingin tahu kenapa dan apa yang
membuatnya resah namun usaha keingintahuan yuna selalu tidak berhasil yuna
selalu menganggap dirinya bukan siapa-siapa nya kayran jadi untuk apa dia tahu?
Dan kayran pun belum tentu akan menceritakan masalahnya kepada yuna. “Kay
kenapa ko mukanya kusut gitu?” tanya yuna. “Gapapa ko” Jawab kayran datar.
Begitu seorang kayran walaupun kayran membuat yuna selalu nyaman. Tapi kayran
selalu menampilkan muka datarnya sebenarnya itu membuat yuna kesal dan sebal di
cuekin begitu saja. Tapi untuk yuna marah rasanya tidak mungkin karena yuna
bukan siapa-siapa kayran. Dengan bibir yang agak maju kedepan dan dahi yang
berkerut yuna merasa turun moodnya setelah tau orang yang dia suka cuek kepada
yuna dan hanya menampilkan muka datar. Yuna jadi seperti tidak semangat
belajar. Selama ini yuna memang jarang menegur kayran lebih dulu dikelas, itu
pun harus di mulai dari kayran. Ya yuna memang sangat besar gengsinya untuk
senyum sapa kepada seseorang pun yuna harus berfikir berkali-kali apa orang
yang dia berikan senyuman itu mengenal nya atau tidak. Kayran sudah
berkali-kali mengatakan kepada yuna bahwa jangan menjadi gadis yang sangat
teramat jutek dan cuek karena itu membuat kayran tidak suka. Tapi yuna tidak
bisa menyembunyikan besar kegengsian itu kepribadian itu ada sejak yuna
menginjak sekolah pilihan orang tua nya ini. Yuna terlihat malas untuk mencari
teman baru, yuna tak akan pernah mau mengajak berkenalan seorang teman lebih
dulu tanpa orang tersebut mengajaknya terlebih dahulu. Namun besarnya gengsi
yuna tidak menutup kemungkinan yuna tetap menjadi gadis yang ceria dan banyak
teman di sekelilingnya walaupun yuna terkadang awalnya sungkan untuk berteman
dengan mereka tapi setelah mereka mengajak yuna berkali-kali akhirnya yuna
menjadi terbiasa membaur dengan mereka. Ketika pulang sekolah tiba yuna
memutuskan untuk pulang lebih dulu karena moodnya sangat terganggu dikelas
melihat sikap kayran yang sedari tadi diam saja kepada yuna. Sesampainya
didepan sekolah yuna menunggu angkot yang datang menghampirinya, rasanya sangat
lama sekali ketika mood yuna sedang terganggu mengapa angkot terasa lebih lama
dari biasanya. Tidak lama kemudian yuna merasa ada seseorang berdiri tepat
dibelakang yuna dengan santai. Ketika yuna menoleh kebelakang orang itu
tersenyum manis kepada yuna. “Ha? Perempuan itu? Dia senyum sama gue? Kenal aja
engga.” Dalam hati yuna sambil menatap sinis dan membalik badan didepan
perempuan itu. Tapi yuna mengabaikan senyuman itu. Lagi-lagi yuna merasa hatinya
panas ketika harus melihat seorang perempuan berdiri dibelakangnya itu adalah
pacarnya kayran, Perempuan itu adalah jessica pacarnya kayran. Disaat yang
seperti ini yuna Cuma bisa memberikan tampang jutek kepada perempuan itu. Siang
ini yuna harus merasakan panas 2 kali lipat dari biasanya, pertama dia harus
merasakan panas nya matahari siang hari di luar, dan yang ke dua dia harus
melihat pacarnya kayran. Menurut yuna ini sangat menyebalkan. Sesampainya
dirumah yuna memikirkan tentang perasaannya pada kayran apakah ini perasaan
yang sangat salah jika ini salah lalu kenapa kayran juga harus mengatakan
perasaan yang sama kepada yuna. Tidak sadar yuna pun menangis ter-isak-isak
dikamarnya, disamping itu yuna juga memberikan sebuah pesan singkat kepada
kayran, yang mengatakan kalau kayran benar-benar tidak percaya kalo yuna juga
menyukainya. Setelah menangis yuna tertidur pulas dengan air mata yang sedikit
sembab di matanya. Yuna selalu menangis jikalau ada yang sedang mengganggu mood
dan hatinya. Beberapa lama yuna tertidur handphone yuna sudah bergetar
berkali-kali sudah dua missed call tertera dihandphonenya, namun dipanggilan ke
tiga kali yuna baru terbangun mengangkatnya. “Halo..” Dengan suara mengatuk
sambil menggaruk-garuk mata yang baru saja bangun dari tidur setelah menangis
tadi. “Yuna kenapa? Apakah yuna menangis?” Yuna tahu bahwa yang sedang
berbicara dengan yuna di sebrang sana adalah kayran. “Ko kayran tau?” jawab
yuna. “Yaiyalah kayran gitu loh. Kenapa yuna harus menangis? Yuna kan sudah tau
kalo kayran sayang sama yuna” jawab kayran dengan percaya diri. “Tapi kayran
tidak pernah percaya kalau yuna juga suka dan sayang sama kayran” Jawab yuna.
“Kalau begitu yuna harus membuktikannya pada kayran” Sambung kayran dengan
jawaban cepat. Dan setelah itu mengakhiri pembicaraan mereka di telefon. Apa ?
bukti? Bagaimana caranya yuna harus membuktikan kalau dirinya benar-benar
menyukai dan menyayangi kayran cara menunjukan kalau yuna menyukai kayran saja
yuna tidak tau apalagi harus membuktikannya.
Beberapa hari telah berlalu.
Disekolah, yuna sedang tidak ingin diganggu lalu salah satu temannya april
mengajak yuna berbicara “Yuna lo suka ya sama kayran” tanpa basa basi dan fikir
panjang yuna menjawabnya dengan ketus “ Kenapa lo nanya itu, hak lo apa?” Jawab
yuna ketus “Ngga gue Cuma nanya aja” jawab april lagi. “Menurut lo kaya
gimana?” jawab yuna lagi. “Menurut gue lo itu suka sama kayran dan kayran juga
suka sama lo” jawab april “Kalau sudah tau jawabannya kenapa lo harus
memberikan pertanyaan yang sudah jelas jawabannya” setelah pembicaraan itu
april terdiam. Dan merasa jadi skak mat berbicara dengan yuna. Yuna memang
tidak suka di tanya tanya hal yang menurutnya orang lain tidak harus tau.
“Selama ini kita udah sering banget liat kedekatan kalian walaupun lo ngga
cerita sama kita” tiba tiba ada menghampiri yuna yang sedang sendiri “Maksudnya?”
tanya yuna “Yuna kamu harus hati-hati kamu kan engga tau sosok kayran yang
sebenarnya kaya gimana, dan kamu ngga tau kan seperti apa mantan-mantan kayran
itu? Mereka semua tidak pernah di anggap oleh kayran, gue takut kalo lo kenapa
kenapa” jawab perempuan itu dengan jelas “Maksud lo apa nas? Jadi lo ga setuju
kalo gue deket sama kayran?” tanya yuna kepada perempuan yang dari tadi bicara
di hadapanya perempuan itu adalah nasa. Murid sekelas yang duduk tepat didepan
bangku yuna. “Bukan seperti itu yuna, bukannya gue ga setuju tapi gue Cuma
takut lo kenapa-kenapa kata orang aslinya dia bisa lebih jahat” Jawaban nasa
yang menerangkan sudah hampir cukup jelas. Yuna kelihatan bingung sambil
menyipitkan matanya. Apa? Jahat? Selama ini yuna tidak pernah melihat kalo
kayran bersikap buruk didepan yuna. Yang yuna lihat kayran jauh lebih tulus dan
baik dari pada kayran yang dulu sangat menyebalkan bagi yuna. Yuna merasa
nyaman ada didekat kayran dan kayran tidak pernah melakukan hal yang
macam-macam kepada yuna. Yuna tidak suka jika ada salah satu temannya mencoba
menghasut fikiran yuna menjadi negatif untuk menilai seseorang yuna lebih ingin
menilai kepribadian seseoang sendiri bukan berdasarkan mulut orang lain. Kian
kemari makin banyak teman sekelas yuna yang tahu kalau yuna menyukai kayran dan
banyak sekali teman perempuan yuna yang mengatakan hal yang sama seperti nasa
beberapa waktu yang lalu. Yuna semakin pusing dan ingin menutup kupingnya
rapat-rapat. “Jika kayran memang jahat mungkin kayran sudah melakukannya dari
awal, tapi sedari awal kayran bersikap tulus dan baik kepadaku. Ya tuhan tolong
bantu aku tunjukan siapa kayran sebenarnya.” Sambil berdoa dalam hati yuna dan
menundukan sedikit wajahnya kebawah. Tidak lama dari kejadian itu yuna
menceritakan kejadian yang yuna alami selama beberapa hari ini kepada kayran
meskipun kayran tidak tau siapa yang berusaha mengelabui fikiran yuna sampai
yuna menceritakannya langsung kepada kayran “Biarkan saja yuna orang lain mau
bilang apa, yuna yang melihat kayran seperti ini jadi yuna yang berhak melihat
seperti apa kayran, bukan dengan mulut orang lain. Itu hak yuna menilai seperti
apa kayran” Jawaban kayran sudah cukup jelas dan meyakin kan kalo kayran adalah
orang yang benar-benar tulus baik kepada yuna. “Yuna aku saran kan kamu jangan
terlalu dekat dengan kayran, karena kayran sudah punya pacar kayran tidak akan
mungkin menyukai mu yuna, dia hanya mempermainkan kamu aja menjadikan kamu tempat
pelampiasan ketika kayran sedang tidak dengan pacarnya.” DEG! Kata-kata itu
membuat yuna naik darah, yuna sangat kesal kepada nasa. “Sudah aku katakan
berkali kali nas, aku sangat tidak suka kamu menilai kayran negatif dan aku
tidak akan menilai kayran sejahat itu aku menghargai perasaan kayran yang sejak
awal dia tulus baik kepada ku. Nas aku minta sama kamu jangan pernah kamu
mencampuri perasaan aku untuk kayran ini perasaan aku kepada kayran” Lanjutnya
dengan nada yang kesal sambil pergi menuju kantin dengan wajah yang ketus. Nasa
menghampirinya “Yuna maafin nasa sudah membuat yuna kesal nasa Cuma ngga mau
kamu sedih dan sakit hati kalau nantinya kamu disakiti oleh kayran, kalau
begitu nasa tidak akan mencampuri lagi semua itu terserah yuna, tapi kalau yuna
sedih yuna boleh berkeluh kesah kepada nasa, nasa siap mendengarkannya” Sambil
menghampiri yuna dan mengatakan hal itu kepada yuna “Terimakasih nas..” jawab
yuna.
Setelah beberapa hari kejadian itu berlalu. Kayran semakin
perhatian dengan yuna bahkan sekarang kayran bisa lebih sering setiap menit
memberikan pesan singkat kepada yuna ini lebih dari biasanya lebih terlihat
sangat hyper. Kayran lebih 5 kali lipat perhatian dari biasanya. Yuna menjadi
semakin nyaman dengan sikap kayran yang seperti ini. Yuna merasa ada yang
memperdulikannya.
Beberapa hari kemudian yuna harus dengan terpaksa izin tidak
masuk sekolah selama 4 hari karena ikut dengan orang tuanya yang sedang ada
keperluan keluarga di jogja. Mengetahui hal itu yuna ingin pamit kepada kayran
sebelum berangkat kejogja. Yuna sudah berbicara telebih dulu di sekolah kepada
kayran “Berapa lama kamu di jogja?” tanya kayran “Sekitar 4hari” jawab yuna
“Yasudah kalo begitu” dengan wajah yang sangat tidak semangat kayran pergi
meninggalkan yuna diperpustakaan sekolah. Padahal yuna ingin sekali mengobrol
dengan kayran sebelum nanti siang dia akan berangkat. Tapi kayran malah pergi
meninggalkannya. Mungkin kayran sedang tidak ingin di ajak berbicara. Seusainya
pulang sekolah kayran mengirim pesan singkat yang berisi
Message from Kay_Ran
“Hati-hati dijalan.
Gue akan sangat merindukan lo disini. Tolong jangan lama-lama dan jangan lupain
gue”
Melihat pesan itu yuna tersenyum. Kali ini yuna merasa
sangat senang ada yang memperdulikannya. Sesampainya yuna di jogja yuna dan
kayran sering sekali mengirimkan pesan singkat. Kayran sangat memperhatikan
keadaan yuna yang jauh di jogja. Yuna sedikit tidak percaya kayran lebih
berbeda dari biasanya. Yuna seperti milik kayran dia melakukan hal yang hampir
sama seperti dulu rio mantannya pernah lakukan.
Perduli, perhatian, pengertian itu yang yuna dapatkan dari kayran sebelumnya
kayran tidak pernah membuat yuna senyaman ini. Bahkan kayran membuat yuna
membenci kayran ketika dulu yuna dan kayran sering bertengkar.
Sepulangnya
yuna dari jogja. Kayran sering mengatakan bahwa kayran sangat merindukan yuna
sekali. “Mengapa yuna tidak pernah merindukan ku?” tanya kayran disekolah.
“Siapa bilang? Ada orang yang merindukan mu di jogja, yaitu aku harus kamu tau
di jogja tidak ada orang yang seperti kamu. Hahaha” jawab yuna “mengapa?” tanya
kayran bingung “Iya karna orang-orang disana cukup aneh menurut ku. Hahaha”
Jawaban yuna senang. Selang beberapa hari kejadian itu. Akhirnya tuhan sedang
mengabulkan permohonan doa yuna. Bulan ini mungkin sio nya sedang tidak bagus.
Yuna dan kayran sering kali bertengkar dengan masalah yang sepele. Kayran
sering sekali menyalah-nyalahkan yuna. Ketika kayran memperhatikan yuna. Yuna
selalu memberikan tampang jutek nya dan lagi yuna sekarang lebih kurang agresif
membalas pesan singkat dari kayran. Padahal sudah berapa kali kayran bilang
pada gadis ini. Jangan pernah memberikan tampang juteknya itu kepada kayran
karna kayran sangat tidak menyukainya. Ketika mereka sedang latihan MB pun
sama. Kayran hanya memandang sinis kepada yuna. “Aneh sekali kayran biasanya
dia selalu memberikan muka tololnya yang selalu membuat aku tertawa tapi
sekarang kenapa dia melihat ku seperti itu?” tanya yuna dalam hati. Seusainya
yuna pulang dari latihan yuna memutuskan untuk pulang bersama temannya bernama
widi karena rumah mereka hampir berdekatan mungkin satu kilo dari rumah yuna.
Yuna sedang menunggu widi didepan pintu parkiran tidak lama kemudian.
“Kayran... itu kayran bersama pacarnya jessica yang duduk dibelakang motor kayran.
Sial tega-teganya kayran lewat didepan aku bersama pacarnya apa dia tidak
memikirkan perasaan ku atau aku telalu kecil sehingga kayran tidak melihat aku
berdiri disini” pipi yuna terasa sangat panas dada yuna seperti merasakan hal
yang berbeda. Mood yuna seketika turun melihat kejadian tadi didepan matanya.
Sesampainya dirumah yuna langsung menelfon kayran. “Maksud mu apa?” tanya yuna
dengan ketus “Maksud apa?” tanya kayran bingung. “Maksud mu apa lewat didepan
ku bersama pacar mu?” tanya yuna lagi. “Tidak ada maksud apa-apa aku hanya
ingin pergi kencan dengan pacar ku apa itu salah? Dia kan pacar ku” jawab
kayran jelas. “Apa itu jawabanmu? Kamu benar benar tidak merasa apa-apa?” yuna
bertanya lagi “Tidak. Memangnya kenapa kamu cemburu? Dengar ya yunalis zarai
yang cantik, manis, dan cerewet. Kamu itu bukan siapa-siapa aku. Jadi untuk apa
aku memikirkan perasaanmu. Kamu saja tidak pernah memikirkan perasaan aku”
Jawab kayran lagi dengan jelas “Apa aku tidak pernah memikirkan perasaan mu
sudah aku katakan sejak dulu. Bahwa aku juga merespon perasaan yang sama
seperti mu” jawab yuna ketus “ Sudah aku katakan berkali-kali aku ingin bukti
dari omongan mu itu, jika kamu memang sayang aku kamu harus membuktikannya”
Jawab lelaki itu jelas. “Apa bukti? Hey kayran aku ini perempuan tugas ku hanya
menunggu kamu untuk bertindak. Kamu itu laki-laki harusnya kamu yang bertindak
untuk aku bukan aku” tegas yuna. “Terserah kamu mau bilang apa aku tidak pernah
percaya dengan Seribu omongan kamu” Sambil mengakhiri pembicaraan di telfon.
“Apa masa kayran tidak pernah percaya kalau aku menyayanginya, padahal aku
mempercayainya sepenuhnya kenapa dia tidak?” dalam hati gumamnya. Biasanya
ketika malam hari yuna sering bercanda lewat pesan singkat tapi sekarang ke
dua-duanya sama sama tidak ingin memulainya lebih dulu. Akhirnya yuna
memutuskan untuk menelfon kayran “Halo...” sapa yuna dia meyakinkan bahwa yang
sedang berbicara dengannya di seberang sana adalah kayran “Akan aku katakan
sekarang. Aku minta untuk kita berjauhan. Sampai disini saja kita dekat.
Selebihnya kita seperti teman biasa” Kayran mengatakan kata-kata itu dengan
cukup jelas. Yuna yang mendengarnya diseberang sana sudah merasa sangat sesak
di dada dan membiarkan air matanya terjun bebas kepipinya “Aku minta kamu untuk
pergi dari hidup ku sejauh-jauhnya” lanjut kayran lagi Sambil menahan sesak
dangan air mata yang terus keluar yuna akhirnya angkat bicara “Kenapa kamu
melakukannya? Ini terlalu cepat untuk aku? Kamu yang mengatakan bahwa apapun
status kita kamu meminta yuna untuk tidak meninggalkan kayran, lalu kenapa
sekarang kamu menyuruh yuna untuk pergi?” Jawab yuna dengan memberikan
pertanyaan yang sudah cukup jelas menanyakan alasan kenapa kayran mengatakan
seperti itu. “Tidak ada alasan yang harus di bicarakan lagi” jawab kayran ketus
“Kalau begitu yang kamu minta aku menurut. Aku akan pergi” sambil memutuskan
pembicaraan dan menutup telefon yuna menangis sendiri di kamar-nya dia tidak
menyangka kalau seorang kayran bisa mengatakan seperti itu yuna merasakan sakit
di dadanya terisak-isak. Beberapa menit yuna menangis telefonnya bergetar
kembali tanda panggilan masuk dari kayran sambil berusaha untuk bicara yuna
menjawab “Halo..” sapa yuna di telefon “Apa kamu bisa melakukannya? Kenapa kamu
harus menangis aku tidak suka melihat mu menangis karna aku bukan lah orang
yang berarti di hidupmu. “ Kata kayran dalam telefon “Aku tidak bisa
melakukannya aku belum siap aku terlalu nyaman dengan keadaan seperti ini
bersama mu” Jawaban yuna sudah cukup jelas. “Tapi aku tidak bisa melakukannya
lagi karena kamu tau aku sudah punya jessica aku akan merasa bersalah kalau aku
terus seperti ini kepada mu.” Jawab kayran kepada yuna “Aku tau itu tapi kenapa
tidak sedari awal saja kamu menjauhi ku dan tidak pernah mendekati ku. Apa maksud
nya dari ini semua?” Tanya yuna lagi “Aku tau aku salah. Waktu itu aku sedang
bosan dan jenuh dengan jessica dan aku merasa kamu lah yang paling perhatian
denganku. Aku penasaran ingin tau tentang kamu sampai aku merasakan sesuatu
yang beda. Tapi kalau aku terus begini aku akan tetap merasa bersalah kepada mu
maupun jessica. Aku yakin kamu tidak akan bisa melakukan ini semua terlalu
sulit untuk kita berdua. Kita sekelas lagi pula kita satu ekstra kita akan
tetap terus bertemu” Kata-kata kayran malam itu sudah cukup membuat yuna sakit.
Kayran datang untuk sekedar menghampiri hidup yuna setelah yuna merasakan
kesenangannya kayran pergi dan ingin meninggalkan yuna begitu saja. “Kayran
kamu jahat padahal aku sudah memberikan kepercayaan utuh dan bulat kepada kamu,
tapi kamu memberikan topeng ketulusanmu untuk aku hanya untuk pelampiasan mu
dari jessica. Apa ini permainan? Apa aku berhasil menjadi lawan dari permainan
kayran. Aku menyesal sudah tidak mempercayai teman-temanku” yuna berbicara
dalam hati sambil menangis. Yuna sudah berkali-kali meminta maaf kepada kayran
walaupun yuna tau sebenarnya kayran marah kepada yuna karena yuna terlalu cuek
kepada kayran tapi kayran tetap bersih kukuh ingin yuna pergi darinya. Dan
sekarang tatapan kayran kepada yuna sudah seperti monster yang siap menikam
mangsanya. Tapi yuna tetap ingin tahu lebih jelas apa alasan yang sebenarnya
kayran besikap berubah drastis kepada yuna. Apa dari awal yuna hanya sebagian
dari permainan kayran saja atau pelampiasannya kepada jessica? Apa sebenarnya?
Disekolah yuna selalu melamun, yuna selalu tiba-tiba menitikan air mata
walaupun tidak ada orang yang tau. Kadang yuna membiarkan air matanya terjun
bebas kepipinya walaupun yuna menghapusnya. Yuna semakin ingin tahu apa maksud
kayran dari ini semua? “Kay gue mohon kasih alasan yang jelas, kenapa lo kaya
gini, lo berusaha mempermainkan perasaan gue dari awaal?” tanya yuna “Apa? gue
gapernah punya niat sejahat itu, jangan pernah nuduh sembarangan, udah lah gue
cape ngebahas ini semua. Sekarang lo pergi jauh-jauh dari hidup gue, gue benci
sama lo ngerti?” Jawaban kayran langsung menyeret hati yuna. Ini pertama
kalinya kayran berbicara lebih kasar kepada yuna dari biasanya. Yuna sebenarnya
sudah tidak tahan lagi membendung air matanya yang sebentar lagi akan terjun
bebas kepipinya itu Tapi yuna tetap bersih keras ingin tau jawaban aslinya.
“Aku akan pergi sampai kamu kasih aku alasan yang jelas apa maksud dari
ketulusan mu dulu, kalau aku hanya sebagian dari permainan mu saja kenapa kamu
harus melakukannya untuk aku juga, mengapa ?” tanya yuna terus dan akhirnya
kayran menjawab dengan jelas dengan nada yang sangat kasar “Akan gue katakan
yang sejujur-jujurnya gue tidak pernah suka sama lo, lo terlalu berharap untuk
gue yang baik sama lo. lo terlalu memberi harapan berlebihan untuk gue yuna,
Gue sudah punya pacar tolong lo hargain hubungan gue dengan jessica” Belum
akhir pembicaraan kayran yuna sudah tidak bisa membendung air matanya. Yuna
membiarkan air matanya terus mengalir, dada nya terasa sakit seperti di hantam
belati yang tajam. Yuna tidak menyangka kalau kayran bisa sejahat dan setega
itu menjadikan yuna sebagai pelampiasan kebosanan kayran dengan pacarnya. Yuna
akhirnya menangis sejadi-jadinya dikamar. Yuna tau dirinya merasa lemah untuk
menghadapi masalah yang seperti ini yuna jarang sekali menangis karena hal
seperti ini. Yuna juga jarang menanggapi masalah seperti ini. Ini kali peratama
kalinya yuna mempercayai orang terlalu cepat dan hasilnya salah. Yuna menyesali
perbuatannya “Aku menyesal mempercayai orang yang salah, ternyata ketulusannya
hanya topeng untuk menjadikan aku sebuah permainan didalam hidupnya aku
bersumpah kayran aku tidak akan memaafkan kesalahan mu untuku, dan aku
bersumpah ini kali terakhir kalinya aku menangis untuk mu kayran, aku tidak akan
pernah ingin mengenal mu lagi” Yuna berbicara dalam hatinya. Yuna sudah
membulatkan kepercayaannya kepada kayran namun kayran malah membalasnya dengan
sebuah permainan. Yuna sudah yakin dari awal ia percaya kalau kayran memang
playboy dan suka mempermainkan hati dan perasaan perempuan. Namun yuna percaya
bahwa kayran tidak akan pernah melakukan hal itu kepada yuna dan ternyata benar
apa yang dikatakan teman-teman yuna. Harus nya sejak awal yuna mempercayai
mereka bukan mempercayai kayran. Yuna sangat benar-benar menyesali
perbuatannya, yuna merasa sangat terpukul atas perlakuan kayran terhadap yuna
itu, yuna hanyalah korban dari pelampiasan kayran, yuna menyayangi kayran dengan
tulus, dari awal yuna bersih keras untuk melupakan rio dan membuka hatinya
untuk kayrann yuna juga percaya kayran akan menghapus bekas luka di hati yuna
setelah putus dengan mantannya rio, namun kepercayaan yuna hanya dibalas dengan
topeng ketulusan kayran. Permainan kayran cukup berhasil kayran sudah menang
membuat yuna sakit, terjatuh dan terpukul. “Kay untuk apa kamu datang
kekehidupan ku kalau kamu menjadikan aku hanya sebagaian dari permainan
ketulusan mu saja? Kay aku sudah yakin dari awal bahwa kamu tidak akan pernah
itu untuku seperti kamu melakukannya keperempuan lain. Tapi kamu membalas
ketulusan ku dengan permainan mu yang jahat itu. Kayran aldieptra aku salah
menilai mu.”
END
Oleh: Hanna Safira
Komentar
Posting Komentar